Wednesday, May 18, 2011

Cara-Cara Pemeliharaan dan Perawatan Rambut

Dasar pokok perawatan rambut supaya tidak rusak dan rontok adalah dengan menghindari penyebab-penyebab kerusakan rambut tersebut serta merawat rambut dan kulit kepala secepat-cepatnya.

Cara-caranya:

(1) Jaga kebersihan rambut dan kulit kepala.
Cucilah rambut dan kulit kepala secara teratur dengan menggunakan sampo an conditioner  yang baik, tidak mengiritasi kulit kepala dan mempunyai keasaman seimbang. Untuk rambut kering, cucilah 3-5 hari sekali karena kulit kepala tidak begitu banyak mengeluarkan minyak (sebum). Untuk rambut yang cepat kotor dan lengket cucilah 2-3 hari sekali kalau perlu setiap.

(2) Sisir atau sikat rambut setiap hari.
Rambut yang tidak disisir rapi dan kusut, disamping nampaknya tidak menarik dan jorok, akan lebih mudah terkait atau terbetot. Untuk menyisir rambut, pilihlah sisir atau sikat yang aman untuk rambut dan kulit kepala, yaitu yang giginya tidka rapat, tidak tajam dan tidak kasar sisinya sehingga tidak melukai kulit kepala serta merusak bahkan membetot rambut sehingga rambut akan banyak rontok.

(3) Masase atau urut kulit kepala setiap hari.
Masase dilakukan untuk melancarkan peredaran darah ke kulit kepala dan akar rambut. Gunakan ujung-ujung jari. Bila kuku jari tangan panjang, hati-hatilah agar kuku jangan sampai melukai kulit kepala. Jangan sampai ada rambut terdorong kuat ke samping sehingga tercabut. Pada rambut yang sedang mengalami kerontokan, pengurutan hendaklah dilakukan dengan lembut.

(4) Jangan menganggu atau menghambat peredaran darah ke kulit kepala dan akar rambut.
Akar rambut memperoleh makanan lewat darah yang mengalir dalam kulit. Jika peredaran darah ini terhambat atau terganggu, misalnya karena ikat kepala atau topi yang terlalu ketat, dengan sendirinya akar rambut dan rambut akan tidak sehat. Jangan menggunakan alat penggulung rambut sepanjang hari.

(5) Hindari kelembaban rambut dan kulit kepala.
Rambut dan kulit kepala yang lembab dan panas mudah ditumbuhi oleh jamur dan sejenisnya. Karena itu, khususnya remaja putri yang memakai jilbab hendaknya menghindari kelembaban rambutnya dengan sering membukanya dirumah.

(6) Gunakan tonik rambut setia hari.
Untuk menyehatkan akar rambut dan kulit kepala gunakan tonik rambut 1-2 kali setiap hari.

(7) Pandai-pandailah mempola rambut.
Demi kesehatan rambut sendiri dan pantasnya model rambut sehingga tidak terlihat "aneh" dan "norak", hati-hatilah dalam mencari model rambut. Usahakan modelnya manis dan cocok untuk wajah, tetapi yang tidak merusak rambut dan menganggu peredaran darah ke kulit kepala dan akar rambut. Hati-hatilah dengan bahan pemola rambut, misalnya form, hair spray, styling mousse, obat pengering dan pelurus rambut.

(8) Bijaksanalah dalam menyusun menu makanan
 Patuhilah susunan akanan yang baik dari Departemen Kesehatan yaitu "empat sehat, lima sempurna". Karena, di dalam susunan makanan itu, sudah terkandung protein, karbohidrat, sedikit lemak, vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh rambut. Hindari makanan yang terlalu berlemak karena akan mempengaruhi kulit menjadi berminyak , baik kulit kepala maupun kulit badan atau berjerawat. Juga jangan terlalu banyak makan garam. Sebaiknya banyak minum air putih, terutama waktu bangun tidur pagi, serta banyak makan sayur-sayuran hijau, buah-buahan segar. Kurangi makanan kaleng, keju, dan es krim karena semuanya itu mengandung banyak bahan pengawet.

Monday, May 9, 2011

Cara Memilih Kosmetika yang Aman

Pembaca..

Bukan hanya kosmetika riasan saja yang dapat menimbulkan efek negatif pada kulit, kosmetika perawatan kulit pun dapat menimbulkan kelainan pada kulit jika kurang baik bahan-bahan dan cara pembuatannya.

Untuk membuat ksometika yang aman, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan, yaitu :

1.  Tujuan pemakaian kosmetika itu, apakaha untuk iklim panas atau iklim dingin, apakah matahari bersinar terik atau tidak, apakah lingkungan sekitarnya panas kering, panas lembab atau dingin kering (seperti Amerika dan Eropa), dan bagaimana jenis kulit orang yang akan memakainya.

2. Pemilihan bahan baku yang berkualitas tinggi dan tidak berbehaya untuk kulit dan ubuh, yaitu yang tidak menimbulkan iritasi, alergi, fotosensitisasi dan lain-lain.

3. Pemilihan zat pewarna dan zat pewangi yang tidak menimbulkan reaksi jika terkena sinar matahari (no fotosensitif)

4. Cara pengolahan yang ilmiah, modern dan higienis.

5. Harus dibuat pH seimbang (pH-balanced)

6. Pengujian klinis hasil-hasil produk sebelum disebarkan kepada masyarakat.

7. Pemilihan kemasan yang baik yang tidak merusak produk dan kulit pemakainya.

Karena anda sudah mengetahui apa saja yang harus diperhatikan saat memilih kosmetik, maka jangan salah menentukan pilihan yaa ..

Thursday, May 5, 2011

Efek Kosmetika Terhadap Kulit

Ada dua efek atau pengaruh kosmetika terhadap kulit yaitu efek positif dan efek negatif. Efek positifnya memang diharapkan terjadi pada kulit, yaitu membersihkan, menyehatkan dan memperindah kulit. Efek negatifnya tidak diinginkan karena akan menimbulkan kelainan-kelainan pada kulit, misalnya kemerahan, gatal-gatal, bengkak atau noda-noda hitam.

Ada empat faktor yang dapat mempengaruhi efek kosmetika terhadap kulit, yaitu faktor manusia pemakainya, faktor lingkungan alam dari pemakainya, faktor kosmetikanya dan gabungan dari ketiganya.

(1) Faktor Manusia
      Perbedaan warna dan tipe kulit dapat menyebabkan perbedaan reaksi kulit terhadap kosmetika. Kosmetika yang dibuat untuk ras kulit Kaukasia, misalnya Amerika dan Eropa, dapat menimbulkan efek negatif yang merugikan jika dipakai oleh ras kulit yang lain, misalnya orang Asia atau Indonesia, karena struktur dan jenis pigmen melaninnya berbeda. Pandangan tentang cantik dari orang Kaukasia yang berkulit putih adalah bahwa kulit yang coklat itu sehat, cantik dan menarik. Sedangkan pada orang Asia/Indonesia yang berkulit coklat, kulit yang putih  itulah yang cantik. Efek negatif kosmetika dapat juga jika terjadi bila kulit seseorang memang peka atau kurangnya pengetahuan seseoang akan cara pemakaian kosmetika yang tepat.

(2) Faktor Lingkungan
      Setiap lingkungan memberikan pengaruh tersendiri terhadap kulit, sehingga kosmetika untuk iklim panas/tropis, misalnya Indonesia, harus berbeda dengan kosmetika untuk iklim dingin/subtropis. Misalnya Amerika dan Eropa yang mempunyai empat macam musim, yaitu panas, gugur, dingin dan semi sehingga sinar matahari sangat sedikit dan lemah karena terletak jauh dari garis khatulistiwa. Bahkan, di Indonesia pun, lingkungan di pantai yang panas, pegunungan yang dingin, atau ruangan yang ber-AC memerlukan kosmetika perawatan kulit yang berbeda.

(3) Faktor Kosmetika
      Kosmetika jika dibuat dari bahan-bahan yang berkualitas rendah atau bahan-bahan yang  berbahaya bagi kulit, pengolahannya kurang baik atau diformulasi tidak sesuai dengan manusia dan lingkungan pemakai, dapat menimbulkan reaksi negatif atau kerusakan kulit.

(4) Gabungan ketiga faktor di atas.

Tentang Dokter Retno

" Mbak Retno adalah sang perintis. Beliau termasuk dalam segelintir dokter yang memulai membuka babak baru berupa pelayanan kesehatan kulit dan dikombinasikan dengan elemen kecantikan. Kesehatan kulit untuk menunjang unsur estetika wajah menjadi urusan penting bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan. Secara langsung atau tidak langsung,  Mbak Retno ikut berjasa memasyaratkan kredo "sehat itu cantik", perpektif yang bisa dipertanggungjawabkan dari sudut medis, " HM. Taufiq Kiemas (Ketua MPR RI 2009-2014)

Tuesday, May 3, 2011

Bagaimana Memilih Makanan yang Baik

Mencegah timbulnya jerawat bisa dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan menseleksi asupan makanan ke dalam tubuh. Ada makanan yang bisa memicu jerawat dan ada juga yang tidak.

Di bawah ini adalah beberapa jenis makanan yang dapat memicu timbulnya jerawat:

* Lemak susu di dalam susu penuh atau produk-produk dari susu.
* Lemak dalam semua bagian daging sapi, babi, domba atau kambing. (Lidah, jantung, hati dan ginjal tidak   mengandung lemak, sehingga lebih aman).
* Segala macam lemak yang dipadatkan termasuk selai kacang.
* Cokelat dalam bentuk apapun
* Minuman jenis cola
* Minuman alkohol dalam bentuk apapun

Dan selanjutnya adalah makanan yang mempunyai kemungkinan paling kecil memicu timbulnya jerawat:

* Semua jenis buah-buahan kecuali alpukat dan durian yang mangandung lemak terlalu tinggi.
* Semua jenis sayur-sayuran hijau, terutama bila direbus atau dikukus
* Semua butir-butiran seperti beras dan gandum yang hanya mengandung minyak nabati sehingga tidak menimbulkan jerawat.
* Semua kacang-kacangan seperti kacang tanah, kacang kedelai, kacang hijau dan kacang panjang jika hanya direbus.
* Semua ternak unggas seperti ayam, bebek dan angsa
* Produk-produk susu yang telah dibuang lemaknya.

Monday, May 2, 2011

Tips Mencegah Jerawat

Jerawat adalah peradangan yang disertai dengan penyumbatan pada saluran kelenjar minyak kulit dan rambut. Karena tersumbat, minyak kulit (sebum) itu tidak dapat keluar dan mengumpul di dalam salurahn sehingga saluran itu membengkak dan terjadilah komedo.
Bagaimana cara menghindari komedo?

Berikut adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menhindari timbulnya jerawat:

1. Jagalah selalu kebersihan kulit dan rambuy. Pakailah sabun mandi dan sampo yang baik, terutama yang keasamannya telah disesuaikan dengan pH kulit agar tidak merusak kulit dan rambut. Sepulang dari bepergian atau sebelum tidur, bersihkan muka dengan susu pembersih dan lotion penyegar. Untuk menghindari penyumbatan saluran kelenjar minyak, sebaiknya sel-sel kulit mati diangkat dengan cara scrub cream 1-2 kali seminggu.

2. Usahakan selalu berjiwa dan berpikiran tenang. Hindari selalu pikiran yang gelisah.

3. Hindari pemakaian kosmetika yang lengket dan berminyak. Kulit remaja umumnya berminyak karena kelenjar-kelenjar minyak kulitnya sedang aktif-aktifnya sehingga pemakaian kosmetika yang lengket dan berminyak akan memacu timbulnya jerawat. Karena itu pakailah kosmetika yang sedikit atau tidak mengandung minyak.

4. Hindari rambut yang terlalu berminyak. Jika kulit kepala sudah banyak mengeluarkan minyak, sering-seringlah di cuci dengan shampo, misalnya dua hari sekali, bahkan setiaphari. Jika minyak berasal dari luar misalnya dari minyak rambut hendaknya pemakaiannya di hentikan atau dikurangi. Selain itu, sebaiknya rambut tidak panjang dan menutupi dahi atasu seluruh wajah.

5. Kurangi sedaoat mungkin makanan yang berlemak dan pedas serta hindari alkohol.

6. Berolahragalah yang cukup dan teratur. Olahraga yang teratur sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh secara menyeluruh. Haid yang tidak teratur pada remaja puteri yang biasanya dapat menjadi teratur kembali.

7. Minumlah air putih sebanyak-banyaknya terutama waktu bangun tidur pagi. Sebaiknya, minumlah air putih 6-8 gelas sehari. Air putih akan memperbaiki pencernaan.

8. Makanlah sayuran hijau dan buah-buahan segar. Sayuran hijau dan buah-buahan segar terutama yang banyak mengandung vitamin C seperti jeruk, tomat, apel dan pepaya sangat baik untuk kulit. Juga pencernaan makanan akan lebih baik lagi sehingga memperlancara pembuangan kotoran.

Sunday, May 1, 2011

Dari Jalan Cikini Ke New York

Salah satu hal yang menarik dalam riwayat Retno ialah "kerakusannya" pada buku-buku imliah. Sikap inilah yang mengantarnya pada hubungan erat dengans alahs atu tokoh terkemuka dari dunia kosmetik Amerika Serikat, yaitu Profesor Irwin I. lubowe, M.D.

Pada tahun 1970, Retno baru saja mendirikan Sub Bagian Kosmetik dan Bedah Kulit (Kosmeto-Dermatologi), dan dia membutuhkan perangkat ilmu yang selengkap-lengkapnya untuk mem-back up idenya dalam merintis dan mengembangkan sub bagian itu. Pada masa itu, awal orde baru, toko buku masih langka. Tempat yang paling baik untuk mencari buku justru kios-kios buku bekas. Tak jarang dia terpaksa mengimpornya dari luar negeri.

Tempat-tempat seperti itu kerap didatangi Retno, entah secara iseng atau khusus untuk mencari-cari sumber bacaan yang dapat dipakai sebagai referensi. “Karena saya harus benar-benar yakin dengan ilmu yang saya kembangkan,” tanda Retno. Banyak buku dibelinya dengan cara ini, yang sebagian besar kini masih tersimpan rapi di perpustakaan Ristra.

Sebagaimana biasa, tanpa rencana, pada sutau hari singgalah dia di kios buku favoritnya di Pasar Cikini, tak jauh dari tempat praktiknya di Menteng. Matanya tiba-tiba terpikat pada dua judul buku saku, yang terselip di antara tumpukan buku-buku lainnya. Buku karangan Prof. Lubowe dan karangan J. Bedford Shelmire, J., M.D. Kedua penulis merupakan dokter kulit tersohor dari Amerika Serikat yang menulis tentang seluk beluk kosmetik dari kulit.

“Setelah saya lama mencari apakah ilmu yang saya kembangkan itu benar atau tidak, pada akhirnya saya menemukan juga buku yang ditulis dua dokter kulit tersebut,” kisah Retno mengenang. Kini Retno mengetahui, dirinya bukanlah lonely fighter. Ada dokter-dokter dan bahkan cabang kedokteran, yang meneliti dan mempelajari hubungan antara kosmetik dan kulit di Amerika, seperti yang tengah dilakukannya saat itu. Membaca dan mempelajari buku tidaklah cukup. Akan lebih elok lagi, jika bisa bertemu dan berbincang langsung dengan penulisnya. Berdiskusi, guna menimba ilmu dari tokoh yang terkenal itu.

“Saya harus bertemu dan berdiskusi, paling tidak dengan salah satu dari mereka untuk meyakinkan ilmu yang sedang saya perdalam demi masyarakat Indonesia. Siapa tahu mereka bisa menyumbang ide untuk mengembangkan dunia kosmetik Indonesia,” tekad Retno waktu itu.

Kadang-kadang dia “bermimpi” mereka akan mengunjungi Indonesia, tetapi tak pernah terlaksana. Mendekati akhir decade 70-an, hubungan internasional yang dijalin ke segala arah mulai memetik buah. Dia didaulat menjadi salah satu panitia Kongres Regional Dermatologi yang diselenggarakan di Bali pada 1978.

“Pada kongres itu perwakilan anggota dari semua Negara Asia direncanakan datang. Saya pikir sudah waktunya saya mencoba mendatangkan Prof. Lubowe atau Dr. Shelmire. Kalau mereka datang, yang akan dibicarakan bukan hanya kosmetik, tetapi hubungan antara kosmetik dan kedokteran. Ya, ini yang dinantikan selama ini. Akan ada dokter yang berbicara khusus tentang kosmetik, “ gagas Retno waktu itu.

Bukanlah jalan yang mudah untuk mendatangkan ahli-ahli itu. Alamat mereka pun tidak diketahui. Satu-satunya informasi yang dimiliki, hanya nama penerbit yang tertera pada sampul buku kedua ahli itu. Dengan modal itu Retno menemukan alamat penerbit dan penerbit itulah yang kemudian meneruskan surat-surat Retno kepada Prof. Lubowe dan Dr. Shelmire.

Setelah dua minggu, balasan pertama pun datang dari Dr. Shelmire. Dia tak bisa hadir dan meminta maaf karena sudah ada janji lain. Apakah Prof. Lubowe akan juga demikian sehingga kongres bakal berlangsung tanpa “bintang”?  Ini meresahkan Retno. Ternyata setelah sabar menunggu-nunggu selama satu minggu, akhirnya datang surat balasan kedua dari Prof. Lubowe. Dia menyatakan kesediaan untuk hadir dan membawakan makalah!.

“Waktu itu, saya merasa lega mendapat back up dari guru besar New York Medical College itu. Saya yakin kongres yang saya organisasikan itu akan sukses,” lanjut Retno.

Satu tahun kemudian tibalah saat Regional Congress of Dermatology (1978) di Bali. Kehadiran Prof Lubowe di kongres sangatlah penting karena dia adalah pembicara internasional yang pertama kali mengenalkan kaitan antara ilmu kosmetik dan kedokteran di Indonesia. Di tengah situasi politik ketika kontak dengan Amerika rumit dan langka terjadi, lanjut Retno,  “Saya bisa mengundangnya pada kongres itu dan lebih luar biasa lagi karena kami sesungguhnya sepaham.”