Monday, June 6, 2011

Kosmetika Riasan (Make Up)

Kosmetika riasan adalah kosmetika yang diperlukan untuk merias untuk memperindah penampilan kulit dengan warna-warni yang menarik dan sering disertasi dengan zat pewangi untuk sekaligus mengharumkan bau kulit yang dirias.

Tujuan pemakaian kosmetika riasan ialah untuk mendapatkan kecantikan yang seketika (instant beauty) dan lebih bersifat psikologis untuk menimbulkan rasa percaya diri yang lebih besar. 

Dengan kosmetika riasan, kulit memang akan nampak lebih indah, semarak dan menarik. Tetapi, jika produsennya kurang teliti atau kurang bertanggung jawab atau cara pemakaiannya salah, maka kosmetika riasan dapat menimbulkan berbagai gangguan dan kelainan pada kulit, misalnya gatal-gatal, kemerahan, bengkak, noda-noda hitam atau kelainan-kelainan yang lain dalam bentuk iritasi atau alergi yang diakibatkan oleh zat-zat perwarna atau pewangi yang kurang baik atau bersifat fotosensitif, yang jika terkena sinar matahari dapat menimbulkan dampak negatif pada kulit.

Zat warna umumnya mengandung logam berat, entah memang karena komposisi zat warna itu sendiri atau merupakan pengotoran dari luar. Syarat untuk logam berat itu adalah kandungannya tidak boleh lebih dari 20 ppm (parts per million) dan logam itu sendiri bukan merupakan logam yang meracun (toksis).

Oleh karena itu, hati-hatilah dalam memilih dan memakai kosmetika riasan. Pilihlah kosmetika riasan yang aman. Pakailah seperlunya pada siang hari, sedangkan pada malam hari  lebih aman karena tidak ada sinar matahari. 

"Berhati-hatilah dalam memilih dan memakai kosmetika riasan karena mengandung zat pewarna dan zat pewangi yang dapat bersifat fotosensitif"

Sunday, June 5, 2011

Rintisan Kemasan Kosmetik

Seputar tahun 1971- 1972, selaras dengan membludaknya pasien di Jalan Sumatra, sistem pembuatan obat pesanan Retno sudah berubah. Racikan obat yang dibuat satu-satu berdasarkan resep individual, kini tinggal kenangan. Obat telah "diproduksi",  meski dalam ukuran yang masih kecil-kecilan. Tranggono ingat betul, dialah yang mengawasi produskinya, di apotek yang bersebelahan dengan tempat praktiknya. "Kami masih pinjam tempat di apotek," kisahnya. "Tukang racik, alias ahli obat pun kami pinjam dari rekan saya yang apoteker itu. Untuk kemasan, mudah: kalau obat cair kita membeli botol kecil yang kosong; kalau salep, yang kita beli pot kosong; lalu kita serahkan kepada apotek untuk dibersihkan supaya higienis, karena itu salah satu tuntutan kami. Lalu diisi dan ditutup. Setelah itu giliran saya. Pot-pot dan botol-botol saya angkut di jip Rusia saya dan saya pergi ke tempat praktik Retno di jalan Sumatra. Kami belum membuat badan hukum atau CV. Masih sebagai dokter, Retno dokter kosmetodermatolog, saya psikiater. Saat itu kami belum punya banyak bayangan bahwa akan menjadi 'industriawan'." ungkap Dr. Suharto Tranggono.

Pada waktu itu produk kosmetik Retno masih merupakan industri rumah tangga, yang penjualannya sepenuhnya bergantung pada kepiawaian Retno. Berpenampilan profesional, Retno yang mulai dijuluki sebagai Dokter Jerawat, memang mempunyai kemampuan ajaib untuk meyakinkan "pasien" bahwa masalah kulitnya dapat diatasi bila ditangani dengan kesungguhan oleh sang dokter dan dilaksanakan oleh pasien. Selain kebersihan, katanya faktor rasial dan iklim memegang peran yang tidak kecil, dan obat yang dia tawarkan dibuat berdasarkan pertimbangan itu. Pasien puas, namun perihal kecantikan, bukanlah tidak cukup untuk mengobati jerawat, tetapi harus juga merawat sehari-hari secara teratur dan benar? Untuk itu, para langganan salon Dr. Retno tidak lagi membutuhkan penanganan medis murni. Cukup nasihat, dilengkapi dengan anjuran penggunaan produk kosmetik yang memadai - yaitu yang dapat dipertanggungjawabkan dan tidak mengandung bahan perusak kulit. Retno cepat memahami adanya "lahan profesional" baru. Sedikit demi sedikit, bukan lagi sekedar "obat" yang dipesan pada apoteker untuk pasiennya, tetapi "produk-produk" kosmetika yang terjamin layak secara medis. Pot-pot dan salep lain dijual di bagian salon untuk konsumen umum, tanpa perlua resep dokter. Dengan kata lain, dari produk farmasi, sedikit demi sedikit bralih ke produk kosmetik.

Retno tengah mempertemukan dunia kedokteran dan dunia kosmetik, kali ini tidak lagi di laboratorium dan ruang kuliah UI, tetapi untuk konsumsi masyarakat. Tujuannya, menjadikan wanita-wanita Indonesia lebih cantik dan sekaligus lebih sehat speanjang usia. Inilah idaman Retno untuk membuat kosmetik.

Tentu saja, Indonesia bukanlah tidak mempunyai tradisi perawatan kecantikan. Sudah ratusan tahun wanita Jawa minum jamu guna memperlancar metabolisme tubuh dan dengan demikian menjaga kesegaran dan kecantikan. Sebagai perawatan luar, mereka biasa mengoles aneka lulur dan boreh yang mengharumkan kulit dan mempererat pori-pori kulit. Tetapi mandi bunga juga diteapkan. Wajah diperputih melalui penggunaan pupur beras. Hasilnya tampak gemilang, Tetapi, disitulah justru muncul masalah. Hampir semua produk bedak yang dipergunakan, kalau bukan produk impor, dibuat secara lokal berdasarkan formula-formula taun 1930-an - ketika kesehatan kulit belum diperhatikan. Dengan perkecualian Viva, semua merek kosmetik yang beredar pada umumnya mengandung zat-zat kimia yang berpotensi merusak kulit, dan bahkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

 Retno menyadari masalah itu. Tak sedikit pasien yang berkunjung ke tempat praktiknya mengeluhkan soal itu. Kosmetik untuk memutihkan dan memperhalus kulit wajah malah menimbulkan flek-flek cokelat. Bahkan, ada yang sampai bengkak dan bernanah. Ketika berhadapan dengan pelanggan seperti itu, Retno kembali kepada prinsip dasarnya: kebersihan.  Dia mengimbau wanita-wanita itu untuk berhenti menggunakan ksometik yang mencurigakan dan mencuci wajah secara benar. Retno terpaksa, sekali lagi, menggantikan "produk: yang "tak ada" itu dengan racikan medis hasil apoteknya sendiri. Dengan demikian, Retno menghasilkan ragam kosmetik yang sama sekali baru.

Monday, May 30, 2011

Kosmetika Perawatan Kulit Bag. III





6) Kelompok Kosmetika Pencegah dan Penyembuh Kelainan pada Kulit

Kelainan-kelainan kulit sering terjadi karena kulit tidak dirawat dan dilindungi sejak dari kecil. Kulit pada masa remaja umumnya berminyak dan mudah berhadapan dengan faktor-faktor yang dapat menyebabkan kelainan kulit, seperti sinar matahari, kotoran kuman dan jamur yang dapat menyebabkan kekeringan kulit, kemerahan, noda-noda hitam atau putih, penyakit-penyakit infeksi pada kulit dan sebagainya.

Oleh karena itu, perawatan dan perlindungan kulit sedini mungkin sangat penting dengan memakai kosmetika perawatan kulit dan pencegah kelainan kulit, misalnya "tabir matahari" yang Non-PABA, sabun yang mengandung antiseptik, penyegar kulit yang mencegah produksi minyak kulit yang berlebihan scrub cream untuk mencegah penyumbatan oleh sel-sel kulit yang sudah mati di permukaan kulit dan anti keringat (anti perspiran) yang mengandung antara lain aluminiumhidroksida yang dapat mengurangi produksi keringat dan zat anti kuman agar keringat tidak berbau (deodorant).

Kosmetika penyembuh kelainan kulit yang banyak dipasaran antara lain:


  • Untuk mencegah dan mengatasi jerawat seperti acne lotion dan acne cream yang mengandung zat belerang (sulfur) dan peringkas proi-pori kulit sehingga minyak kulit berkurang dan jerawat menjadi kering.
  • Untuk mengobati noda-noda hitam, berupa krim atau lotion yang mengandung zat-zat pemutih kulit berupa asam-asaman, misalnya asam susu, asam sitrat dan vitamin-vitamin. Bahan-bahan pemutih kulit seperti merkuri dan hidrokinon tidak lagi dipergunakan karena membahayakan kulit dan organ-organ tubuh.
  • Anti perspiran, seperti telah disebutkan di atas. 

(7) Kelompok Kosmetika Perawatan Rambut


Yang dimaksud dengan kosmetika perawatan rambut, yaitu sampo untuk mencuci rambut, conditioner untuk mengembalikan kondisi rambut ke keadaannya yang baik, tidak kering, lebih lentur dan mudah disisir setelah mencucui rambut dan hair tonic untuk menyehatkan akar rambut dan kulit kepala.

Bahan utama yang dikandung di dalam sampo adalah detergen, semacam sabun untuk membersihkan rambut dan kulit kepala. Karena orang lebih suka jika sampo itu berbusa maka dimasukkan jugabahan pembentuk busa yang bila kebanyakan menyebabkan iritasi pada kulit kepala sehingga menyebabkangatal. Sampo juga diberi bahan pengawet agar dapat disimpan lama, bahan yang dapat melarutkan garam-garam yang melekat pada rambut, bahan pewarna dan bahan pewangi. Sampo sebagaimana halnya sabun harus tidak menganggu fisiologi rambut dan kulit kepala. Oleh karena itu pH-nya harus seimbang dan tidak alkalis. Bisa keadaan ini tidak terpenuhi, sampo sering mengakibatkan ketombe.

Pencucian dengan sampo ataupun sampo yang sudah dilengkapi dengan conditioner sekalipun, dapat menyebabkan rambut kehilangan minyaknya selain kotorannya. Ini akan menyebabkan sisik rambut (kutikula) terbuka, rambut menjadi kering dan mudah kusut. Conditioner mengandung bahan yang bersifat agak asam sehingga dapat merapikan kembali sisik-sisik rambut yang tadinya terbuka sewaktu dicuci dan rambut menjadi lembut.

Hair tonic atau tonik rambut dimaksudkan untuk menguatkan akar rambut, menyuburkan pertumbuhan rambut dan mencegah kerontokan rambut serta menyehatkan kulit kepala sehingga dapat dicegah terjadinya ketombe. Hair tonic umumnya mengandung bahan-bahan untuk merangsang sirkulasi darah ke akar rambut sehingga bahan-bahan makanan untuk akar rambut, vitamin-vitamin, bahan penguat rambut dapat diserap dan bermanfaat untuk akar rambut dan kulit kepala.

Sampo dan conditioner dapat dipergunakan setiap 2-3 hari sekali bahkan sampo yang baik dapat dipergunakan setiap hari. Hair tonic lebih baik dipakai setiap hari pada waktu pagi dan atau malam hari.

Kosmetika Perawatan Kulit Bag. II

(3) Kelompok Kosmetika Pelembab Kulit


Untuk remaja, kelompok kosmetika pelembab ini hanya diperlukan untuk jenis kulit kering dan kulit yang normal jika hendak berolahrahga di alam terbuka di bawah sinar matahri atau diruang ber -AC dan dipegunungan. Kulit yang berminyak tidak perlu memakai pelembab karena bersama debu dan kotoran akan menyumbat pori-pori kulit dan jerawat akan timbul.

Kosmetika pelembab umumnya berbentuk krim seperti moisturizing cream atau berbentuk lotion seperti base lotion yang dipakai sebagai dasar sebelum berdandan.

Ke dalam kosmetika pelembab sering dimasukkan bahan-bahan yang dapat memberi makanan kepada kulit, misalnya vitamin E dan A, kolagen, elastin yang berguna untuk memperbaiki kondisi kulit. Kosmetika ini misalnya vitamin cream, renutri cream, night cream. Umumnya dipakai waktu istirahat sore atau malam hari. Kosmetika pelembab untuk kulit badan umumnya disebut body lotion, yang berfungsi juga untuk mewangikan badan.

Akhir-akhir ini populer pemakaian pelembab kulit yang bukan berupa lemak untuk dilapiskan pada permukaan kulit guna menahan penguapan air permukaan kulit, tetapi berupa bahan lemak alam yang dapat masuk ke dalam kulit, menambah kadar air kulit dan menahan penguapan air kulit dari lapisan kulit yang lebihd alam dan dapat dipakai untuk semua jeni skulit, termasuk kulit yang berminyak sekalipun. Bahan ini dinamakan liposome, terbuat dari bahan alam seperti kuning telur dan kacang kedele.

Liposome yang berupa bola mikroskopis berongga, dindingnya terdiri dari dua lapis (bilayer) molekul lemak alam (fosfolipid) yang mudah meleburkan diri ke dalam lemak antar sel kulit dan menahan penguapan air kulit dan di dalam rongganya terdapat air yang setelah liposome itu lebur akan menambah air kulit.

Baik di dalam lapisan dinding liposome yang terbuat dari lemak alam itu maupun di dalam air rongganya, dapat ditambahkan bahan-bahan yang dapat memperbaiki kondisi kulit, misalnya vitamin C dan E. Tetapi yang terkenal ialah bahan glikoprotein dan ekstrak kelenjar thymus anak sapi yang memberi nutrisi dan merangsang pertumbuhan sel-sel kulit muda kulit.

Liposome yang diisi bahan-bahan tersebut dinamakan Loaded Liposome, sedangkan yang hanya berisi air disebut Empty Liposome (liposome kosong). Loaded Liposome banyak digunakan di dalam krim anti ketuaan (Anti Aging Cream with Loaded Liposome), yang sangat baik untuk dipakai pada semua jenis kulit sejak dari usia remaja.

(4) Kelompok Kosmetika Pelindung Kulit


Mengingat bahaya-bahaya dari sinar matahari, kulit jenis apapun pada wajah dan seluruh bagian badan yang terbuka perlu dilindungi dari sinar matahari.
Untuk melindungi kulit dipakai bahan-bahan yang dapat menolak dan menyerap sinar matahari yang kita kenal mengandung sinar ultraviolet. Untuk orang Indonesia/Asia umumnya dipergunakan bahan-bahan yang tidak boleh menambah pigmen kulit lebih cokelat,misalnya PABA  (Para Amino Benzoic Acid) yang umumnya dipakai sebagai bahan dalam "tabir matahari" (sun screen) orang barat yang berkulit putih bila ingin menjadi coklat (tanned). Bahan-bahan penolak sinar matahari ini dimasukkan dalam kosmetika yang berbentuk cream atau lotion yang biasanya dipakai sebagai alas bedak.


(5) Kelompok Kosmetika Penipis atau Pengampelas Kulit


Tujuan utama pemakaian kosmetika penipis/ pengampelas kulit adalah untuk mengangkat atau membuang (peeling) sel-sel kulit yang sudah mati pada lapisan tanduk kulit agar tidak menumpuk. Penumpukan sel-sel kulit yang mati ini akan mengakibatkan terjadinya penebalan kulit dan penyumbatan pori-pori kulit yang dapat berakibat lebih jauh berupa terjadinya jerawat. Di samping untuk mengangkat sel-sel kuit yang sudah mati, kosmetika ini juga digunakan untuk membersihkan kulit secara mendalam, sehingga sering juga dimasukkan dalam kelompok kosmetika pembersih kulit.

Daya untuk mengangkat sel-sel kulit yang sudah mati ini timbul karena ke dalam kosmetika ini dimasukkan butiran-butiran kasar yang dinamakan abrasiver. Abrasiver atau scrub artinya pengampelas. Karena itu, kosmetika penipis/pengampelas kulit diberi nama scrub cream (krim pengampelas). Butiran-butiran kasar itu dapat juga dimasukkan dalam sabun terutama sabun cari, sehingga terbentuklah apa yang dinamakan scrub soap.

Kosmetika penipis/pengampelas kulit juga memiliki beberapa fungsi lain, yaitu membersihkan kulit secara mendalams ampai ke pori-pori kulit, menghaluskan permukaan kulit, merangsang pertumbuhan sel-sel kulit yang baru dan masih segar, serta memperbaiki aliran darah ke kulit karena sewaktu digunakan kulit sambil dipijat (massage). Selain untuk kulit wajah yang dapat dipakai satu sampai dua kali seminggu, scrub cream sangat berguna untuk dua kali seminggu, scrub cream sangat berguna untuk kulit badan dan dapat dipakai lebih dari dua kali seminggu.

Termasuk dalam kelompok kosmetika penipis/ pengampelas kulit ini adalah masker wajah (face mask) yang mengandung bahan-bahan pembersih kulit seperti kaolin dan borak, Remaja cukup menggunakan masker wajah ini satu atau dua kali sebulan.

(bersambung)

Kosmetika Perawatan Kulit Bag. I

Kosmetika perawatan kulit (skin-care cosmetics) adalah kosmetika untuk membersihkan, melindungi dan memelihara kesehatan kulit. Ada pula produk yang dipakai untuk mencegah dan menyembuhkan kelainan-kelainan kulit tertentu, misalnya jerawat.

Kosmetika perawatan kulit dapat dikelompokkan berdasarkan kegunaannya, yaitu (1) Kelompok Pembersih; (2)Kelompok Penyegar; (3) Kelompok Pelembab; (4) Kelompok Pelindung; (5) Kelompok Penipis/Pengampelas Kulit; dan (7) Kosmetika Perawatan Rambut.

(1) Kelompok Kosmetika Pembersih Kulit


Kebersihan adalah pangkal kesehatan. Karena itu, dalam merawat kulit, kebersihan adalah nomor satu.
Kotoran pada kulit dapat menimbulkan penyumbatan pada pori-pori kulit, misalnya minyak dari kosmetika atau talk dari bedak. Masih ada lagi kotoran yang dapat terjadi pada permukaan kulit, yaitu sel-sel lapisan tanduk yang sudah mati, bisa tidak dibersihkan dan dibiarkan menumpuk, kulit akan menebal dan tampak kusam. Kondisi kulit yang demikian akan mempermudah terjadinya jerawat, atau menjadi sarang tempat tumbuh kuman-kuman dan jamur. Karena itu, agar kulit tetap sehat dan cemerlang, kulit harus selalu dibersihkan.

Karena kotoran yang menempel pada kulit itu berbeda-beda -ada yang berupa minyak kosmetika, debu, talk bedak atau sel-sel kulit yang mati dan masing-masing mempunyai sifat yang agak berbeda-beda- maka bahan pembersihnya dan cara pembersihannya juga berbeda.

Debu yang menempel di kulit , cukup dibersihkan dengan cara membilasnya dengan air. Jika debu menempelnya agak kuat, misalnya lumpur, diperlukanbahan yang memiliki daya pengangkat yang dapat melepaskan debu itu. Bahan yang demikian dinamakan detergen atau sabun.

Sabun merupakan salah satu kosmetika pembersih. Tetapi, sabun yang baik untuk kulit bukan saja hanya perlu memiliki daya penyabunan yang baik, tetapi juga tidak berbahaya bagi kulit. Sabun biasa yang terbuat dari soda memang memiliki daya pembersih yang kuat. Tetapi, ia dapat merusak kulit karena pH-nya tinggi karena sodanya misalnya sabun cuci dapat menyebabkan kulit kering dan pecah-pecah. Sabun yang baik sedapat mungkin tidak terbuat dari soda, tetapi dari bahan pembersih yang pH-nya dapat diatur sehingga sama dengan pH normal kulit sehat. Sabun yang demikian dinamakan sabun dengan pH-seimbang (pH balanced). Sabun jenis ini akan melindungi mantel asam kulit. Kadang-kadang, sabun ini diperkuat dengan belerang (sulfur) untuk membunuh jamur, mengurangi produksi minyak kulit dan mencegah jerawat. Dapat pula ditambah bahan pengampelas kulit (abrasiver) supaya daya pembersihnya lebih baik dan dapat mengganti sel-sel kulit yang sudah mati. Sabun ini dapat berbentuk batangan, cair atau setengah cair.

Minyak dalam kosmetika umumnya kurang sempurna dibersihkan dengan sabun. Oleh karena itu, untuk membersihkan kotoran yang berupa minyak di permukaan kulit digunakan bahan baerupa minyak juga yang dapat bercampur untuk mengemulsikan minyak kosmetika yang berupa kotoran itu, sehingga dapat diangkat dan dibersihkan dari permukaan kulti.
Jenis kosmetika pembersih kulit ini dinamakan cleansing mil;k atau susu pembersih. Dengan susu pembersih ini sebetulnya minyak tersebut belum benar-benar bersih dari kulit, sehingga diperlukan pembersih yang mengandung alkohol atau sejenis yang akan "memakan" minyak itu. Kandungan alkohol disesuaikan dengan jenis kulitnya. Kosmetika ini merangkap sebagai penyegar kulit (freshener).

Lain lagi dengan kotoran yang berupa sel-sel kulit yang sudah mati. Umunya, ia sulit terlepas dari lapisan kulit di bawahnya jika hanya dibersihkand engn sabun atau krim pembrsih, Kotoran ini perlu diampelas, seperti mengampelas kayu mebel agar bagian atasnya yang kasar terangkat sehingga bagian bawahnya menjadi bersih dan halus. Untuk mengampelas atau membuang kulit yang mati (peeling) diperlukan bahan pengampelas, berupa butiran-butiran kasar yang dinamakan abrasiver. Abrasiver ini ditambahkan ke dalam bahan-bahan lain untuk membersihkan yang dinamakan scrub cream atau krim pengampelas atau dalam sabun disebut scrub soap.

(2) Kelompok Kosmetika Penyegar Kulit


Kosmetika penyegar kulit umunya dalam bentuk cairan bening atau lotion yang terbuat dari air murni hasil penyulingan,ditambah dengan bahan-bahan untuk keperluan tersebut misalnya etanol (etil alkohol) untuk mengurangi minyak dan antiseptik, kamfer untuk menimbulkan rasa hangat segar pada kulit, dan garam alumunium  supaya kulit disekitar pori-pori agak membengkak, sehingga pori-pori itu mengecil (peringkas pori-pori kulit).

Setelah pemakaian lotion penyegar ini, disamping kulit kita terasa segar, kulit dalam keadaan yang bersih dan siap untuk memakai kosmetika selanjutnya. Cairan penyegar sering disebut sebagai toning lotion untuk kulit kering dan kulit orang tua dengan kandungan etanol yang rendah dan astrigent lotion dan clarifying lotion untuk kulit normal, berminyak dan berjerawat dengan kandungan etanol yang lebih tinggi.

(Bersambung)

Tuesday, May 24, 2011

Pengaruh Lingkungan Terhadap Kulit

Matahari merupakan salah satu dari faktor-faktor yang ada dalam lingkungan sekitar kita yang mempengaruhi kulit. Faktor-faktor lainnya adalah panas dinginnya udara atau kuman-kuman dan jamur yang beterbangan terbawa angin. Semua ini ada yang berpengaruh baik atau buruk terhadap kulit kita. Yang berpengaruh baik, seperti sedikit sinar matahari pagi, tentu saja dapat diambil, sedangkan yang berpengaruh jelek harus dihindari.

Dalam kehidupan sehari-hari, kadang-kadang kita tidak bisa menghindari faktor-faktor dalam lingkungan alam, misalnya kita tidak dapat menghindari faktor-faktor dalam lingkungan alam, misalnya kita tidak dpaat menghindari sinar matahari ketika sedang berolahraga di alam terbuka. Di sinilah perlunya pemakaian kosmetika dan alat-alat pelindung kulit, untuk menghindari kulit kita dari faktor-faktor yang merugikan. Perlindungan terhadap kulit ini akan mencegah kerusakan pada kulit dan rambut.

Kulit Kepala


Kulit kepala agak berbeda dengan kulit lainnya pada wajah dan tubuh karena pada kulit kepala tumbuh banyak rambut yang lebih tebal, lebih panjang dan tertanam lebih dalam.

Di kulit kepala juga terdapat lebih banyak pembuluh-pembuluh darah sehingga jika terluka akan keluar banyak darah. Aliran darah yang banyak di kulit kepala ini berfungsi untuk memberi makan kepada akar rambut supaya subur menumbuhkan rambut, kecuali jika ada gangguan-gangguan dari dalam badan maupun dari luar badan.

Kulit kepala bersama-sama dengan gumpalan rambut berfungsi antara lain melindungi tengkorak kepala dari hantaman luar, sedangkan tengkorak kepala itu sendiri berfungsi melindungi organ tubuh yang paling vital, yaitu otak. Jadi, secara tidak langsung, kulit kepala dan rambut sangat penting bagi kita untuk melindungi otak kita. Selain fungsi melindungi otak, rambut juga mempunyai fungsi yang lain, misalnya untuk menimbulkan daya tarik seseorang.

Monday, May 23, 2011

Tipe-Tipe Kulit

Termasuk jenis apakah kulit yang anda miliki? Pengetahuan tentang jenis kulit sebaiknya kita ketahui karena ada hubungannya dengan perawatan kuilit sebaiknya kita ketahui karena ada hubungannya dengan perawatan kulit yang harus kita lakukan. Tipe kulit ditentukan oleh berbagai faktor yang mempengaruhi kulit, antara lain produksi minyak kulit (sebum), kadar air pada lapisan kulit, keadaan lapisan tanduk, kecepatan pergantian sel-sel pada lapisan tanduk dan kondisi-kondisi lingkungan di luar kulit.

Dari faktor-faktor di atas, dapat ditentukan tiga kemungkinan tipe kulit, yaitu kulit normal, kulit berminyak dan kulit kering.

Pada umumnya, kelenjar minyak pada remaja masih aktif memproduksi minyak sehingga kulit remaja termasuk tipe kulit berminyak atau normal condong berminyak. Namun, karena beberapa sebab, bisa saja ada remaja yang kulitnya termasuk tipe kering dan cepat keriput menua.

Kulit yang terlalu berminyak, kulit yang kering atau kulit yang terlalu cepat keriput menua merupakan keadaan yang kurang normal pada remaja. Dengan perawatan kulit dan pemakaian kosmetika perawaqtan kulit yang tepat serta dibnatu dengan usaha-usaha yang lain, seperti penjagaan makanan yang baik, tipe kulit yang kurang normal itu sering masih dapat diperbaiki.

Tanda -tanda tipe kulit yang normal antara lain tidak kering, cukup lembab tapi tidak terlalu berminyak, jika diraba terasa lembut seperti beludru dan pori-porinya kelihatan tetapi tidak lebar-lebar.

Tanda-tanda tipe kulit yag kering adalah nampak kering, bersisik halus, mengeriput dengan garis-garis kulit yang jelas, tidka lentur dan pori-pori hampir tidak kelihatan.

Kulit dinamakan tipe kulit berminyak jika terlihat dan teraba sangat berminyak, permukaan kulit terasa kasar dan tidak tertaur, mengkilap serta pori-pori sangat jelas dan lebar-lebar.

Kulit dikatakan sebagai kulit yang terlalu cepat menua atau menua sebelum waktunya bisa tadinya kulit yang normal atau agak berminyak tetapi karena pengaruh-pengaruh yang mengeringkan kulit dalam waktu yang agak lama seperti pemakaian  kosmetika yang terlalu alkalis, sakit demam yang lama, gangguan dalam keseimbangan makanan, terlalu banyak terjemur di bawah terik sinar matahari atau karena dalam lingkungan yang dingin dan kering, misalnya AC dan hawa pegunungan- berubah menjadi kulit kering.

Nah..dengan mengetahui jenis kulit anda, maka anda bisa memilih kosmetika sesuai dengan kebutuhan kulit :)